KEANU SUMAWINATA TALKS MONDAYS 21:00 WIB

Bagaimana Cara Belajar dari Rumah yang Baik dan Benar
Keanu Sumawinata Talks | Senin, 04/05/2020 20:10 WIB
Bagikan:
Pandemi Covid-19 memang merubah gaya hidup kita secara signifikan, tak terkecuali bagi para pelajar dan pendidik di seluruh dunia. Jika dulunya kita bisa bersekolah langsung secara tatap muka, tertawa bersama teman, dan belajar tanpa gadget, kini semuanya harus dilakukan secara daring dengan media-media seperti Zoom, Google Classroom, Moodle, WhatsApp, dan lain sebagainya.
Pada episode perdana Keanu Sumawinata Talks ini, Keanu bertemu dengan Dr. Tjut Rifameutia M.A., yang merupakan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, untuk mencari tahu cara belajar daring yang efektif dan benar.
Video Keanu mewawancarai Dr. Tjut Rifameutia M.A. (Dekan Fakuktas Psikologi Universitas Indonesia) pada Senin, 4 Mei 2020.
​1. Pentingnya Peran Pendidik
​
Sponsored by
Baca Juga
Keanu Sumawinata Talks x Berbagi Sarapan
Tetap Memesona, Ternyata Ini Rahasia Awet Muda Acha...
Maria Dewi's Blueberry Pie
100+ Days of Quarantine’ seeks to inspire people amid COVID-19...
Ustadzah Wiwik Sri Rahayu sedang mengajar secara online/daring. (azizah/mudipat.co)
Menurutnya, peran dari seorang tenaga pendidik seperti guru atau dosen sangatlah penting dalam menjaga pembelajaran secara daring tetap menyenangkan dan serius. Dalam pembelajaran jarak jauh, guru diharapkan mampu untuk menggunakan teknologi untuk memotivasi para siswanya untuk terus giat dalam belajar.
2. Pentingnya Jadwal Yang Jelas dan Teratur
Rano Karno, Yessy Gusman, And Helena Tumbelaka Are Coming...
Sponsored by
Ilustrasi jadwal pembelajaran. (business2community.com)
Yang kedua, pembelajaran jarak jauh juga memerlukan jadwal yang jelas dan teratur agar tidak melelahkan. Orangtua pun juga harus memahami jadwal pelajaran anaknya, karena pembelajarana jarak jauh tidak bisa disamakan dengan liburan.
​
3. Membuat Metode Pembelajaran yang
Semenarik Mungkin

Ilustrasi anak semangat belajar secara daring. (pool)
Pembelajaran jarak jauh juga bisa diselingi dengan tugas-tugas yang offline sehingga tidak terlalu membebani mata, baru setelahnya diskusinya yang bisa dilakukan secara online. Buatlah anak-anak untuk bisa mencari sumber belajar lain, seperti keadaan dirumah agar life-skill anak dapat semakin berkembang.








